Jumat, 29 Oktober 2010

Pemenang VS Pecundang

Visi …
Pemenang yakin dirinya pasti sukses,
Pecundang bahkan tidak berani bermimpi dirinya bisa sukses.

Ketika menghadapi tantangan…
Pemenang menghadapinya dengan antusias,
Pecundang mundur sebelum bertanding.

Saat menghadapi kesulitan…
Pemenang: “Ini adalah proses menuju sukses..Maju terus!”
Pecundang:“It’s not work. Sia-sia saja usahaku. Capek ah. Nyerah aja “

Bila jatuh…
Pemenang berdiri lagi
Pecundang:”Ngapain bangun lagi, ntar jatuh lagi. Enak duduk aja.”

Menyerah itu..
Pemenang: “Tidak ada dalam kamus hidupku. Never Give Up!”
Pecundang: “Biasa aja.. Aku sering koQ”

Di kala kegagalan menghampiri..
Pemenang bangkit lagi, mencari penyebab kegagalannya dan memperbaiki.
Pecundang tenggelam dalam kegagalannya, stress dan akhirnya masuk RSJ

Ketika melihat orang lain sukses…
Pemenang: “Hebat! Aku mau belajar solusi sukses dari dia”
Pecundang:”Ah, baru segitu! Paling-paling juga korupsi. Eh? Pasti babi ngepet”

Cara memandang diri sendiri…
Pemenang:”Aku manusia biasa yang punya kelemahan dan kelebihan. Aku akan berusaha
menutupi kelemahanku dan meningkatkan kelebihanku”
Pecundang:”Aku kurang ganteng, kurang kaya, kurang pintar, kurang….”

Dunia itu…
Pemenang:”Bisa menjadi surga atau neraka, tergantung apa yang kita lakukan”
Pecundang:”Tidak adil, gelap,…bla bla bla”

Dalam memandang persoalan…
Pemenang lebih fokus ke sisi positif nya tanpa mengabaikan sisi negatif.
Pecundang memandang segalanya serba negatif.

Sukses itu milik…
Pemenang:”Semua orang. Hanya tergantung orangnya berani menggapai sukses atau
tidak”
Pecundang:”Milik anak konglomerat, keturunan bangsawan, koruptor,…Kalo saya mana
bisa. Kan saya kurang cerdas, bapak saya bukan konglomerat,bla..bla..bla..”

Saat di kritik…
Pemenang menutup telinga terhadap kritik yang melecehkan dan menerima kritik yang membangun untuk mengevaluasi diri
Pecundang memelototi orang yang mengkritiknya sambil mengacungkan tinju.

Untuk mencapai sukses…
Pemenang mengandalkan usaha nya.
Pecundang menunggu keberuntungan.

Belajar itu…
Pemenang:”Wajib dilakukan sepanjang hidup. Tidak boleh berhenti belajar.”
Pecundang:”Gak penting banget. Emangnya anak sekolahan. Enakan juga tidur”

Ketika waktu terus berlalu…
Pemenang menemukan solusi sukses nya dan terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu
Pecundang tidak bertambah pengetahuan dan pencapaiannya, malah merasa senior dan sibuk membanggakan kalau dia sudah banyak makan asam garam.

Dan pada akhirnya…
Pemenang berdiri dengan bangganya di puncak kesuksesan.
Pecundang menonton dari bawah, dengan penuh iri hati lalu mengumpat, menjelek-jelekan si pemenang, berprasangka buruk, mengeluh, dan sibuk membuat pembenaran untuk diri sendiri.

KEBENARAN DARI KEGAGALAN

Terjemahan dari artikel bahasa inggris. mudah-mudahan kita dapat memaknai kegagalan sebagai sukses yang tertunda

Kegagalan bukan berarti anda gagal
Tapi itu berarti anda belum sukses aja

Kegagalan bukan berarti tidak mengerjakan sesuatu atau sia-sia
Tapi itu berarti kamu harus belajar sesuatu

Kegagalan bukan berarti anda bodoh
Tapi itu berarti anda memiliki keyakinan yang teguh

Kegagalan bukan berarti sesuatu yang memalukan
Tetapi itu artinya anda mau berusaha

Kegagalan bukan berarti anda tidak memiliki sesuatu
Tapi itu artinya anda harus mengerjakan sesuatu dengan cara yang berbeda

Kegagalan bukan berarti anda rendah derajatnya
Tapi karena anda tidak sempurna

Kegagalan bukan berarti kamu menyia-nyiakan hidup kamu
Tapi itu berarti anda memiliki sebuah alasan untuk memulai sesuatu dengan semangat

Kegagalan bukan berarti kamu harus menyerah
Tapi itu artinya anda harus berusaha lebih keras lagi

Kegagalan bukan berarti kita tidak akan pernah mencapai tujuan
Tapi itu berarti tujuan akan dicapai sedikit lebih lama

Kamis, 28 Oktober 2010

scope

Karena rasa takut sakit hati,
kita menghindari jatuh cinta,
mempertahankan cara-cara lama kita,
sulit mempercayai orang dan mencoba
yang baru.
...
Sebetulnya, bukan kepedihannya yang berbahaya,
tetapi sikap dan perilaku kita yang sama itulah,
yang akan membuat kita merasakan
kepedihan yang sama.
...
Takut merasakan kembali kepedihan masa lalu
adalah pencegah utama dari upaya
untuk memperbaiki kehidupan.
...